Kamis, 20 September 2012

Tabligh Akbar "Apa setelah Ramadhan?"


Tablig akbar dengan tema "Apa setelah ramadhan?" Alhamdulillah telah dilaksanakan di masjid Nurul Haq Kecamatan Baraka pada 16 September 2012 oleh Al-Ustadz H.Jahada mangka LC.MA dan berjalan dengan sukses dengan jumlah kisaran 400 peserta dari ikhwah dan akhwat.
Acara tabligh akbar  ini di awali dengan sambutan ketua DPD Wahdah Islamiah Kabupaten Enrekang, Bapak Drs Gunawan. Diantara hal penting yang beliau sampaikan adalah dua alasan mengapa kita menggeluti dunia dakwah, yaitu :
  • Sebagai bentuk pelepasan tanggung jawab di hadapan Allah akan kewajiban saling memberi peringatan dan mengajak kepada kebaikan.
  • Agar ummat manusia beriman dan bertaqwa  kepada Allah.

Beliau juga menyampaikan beberapa hasil kerja DPD WI Enrekang yang telah terlaksana selama bulan Ramadhan yang lalu, diantaranya :
  • Telah diadakan sunnatan massal  bekerja sama dengan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Massanrenpulu (HPMM), dimana program ini diikuti oleh lebih dari 70 anak yang target utamanya adalah kalangan masyatrakat menengah ke bawah.
  • Juga  telah diadakan 6 kali pemberian buka puasa selama Ramdhan kepada para pasien Kelas  III dan penjaganya di RSU Massenrempulu.

Apapun sambutan kedua adalah dari bapak camat Baraka yang diwakili oleh bapak lurah  Baraka. Adapun pesan yang di sampaikan adalah, rasa bersyukur akan diadakannya kegiatan semacam ini, harapan beliau bahwa kegiatan tablig akbar pada kesempatan berikutnya  lebih ramai lagi, bahkan "mari kita penuhi masjid ini dengan warga masyarakat dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kita akan pentingnya ilmu agama" kata beliau dengan semangatnya.
Kemudian tabligh akbar oleh Al-Ustadz Jahada Mangka dengan mengangkat beberapa fenomena yang umumnya terjadi setelah Ramadhan. Diantara fenomena tersebut adalah :
  • Ramainya masjid-masjid oleh jamaah disaat Ramadhan untuk melaksanakan shalat sunnah tarwih, akan tetapi sangat disayangkan tatkala Ramadhan berlalu masjid-masjid pun kosong dari jamaah, padahal shalat tarwih hanyalah sunnah dan adapun shalat lima waktu secara berjamaah adalah wajib bagi kaum laki-laki, baik dibulan ramadhan maupun diluar bulan Ramadhan.
  • Menjadikan doa hanya ramai dilakukan pada bulan Ramadhan adapun setelah Ramadhan banyak yang meninggalkannya, padahal selain Ramdhan masih banyak waktu-waktu mustajab untuk berdoa, seperti diantara adzan-iqomah dan waktu-waktu lainnya.
  • Selain menyebutkan hal-hal diatas, tak lupa Al-Ustadz memberikan semangat untuk terus memuhasabah dan memperbaiki diri, "kebiasaan kita yang ramai mendengarkan ceramah-ceramah, pengajian, entah itu melaui media ataupun mengikuti secara langsung pada ramadhan , mestinya harus terus di lestarikan diluar Ramadhan, sebagai upaya meningkatkan khazanah ilmu kita" kata beliau. 
  • Hal yang tidak kalah pentingnya sempat disinggung oleh Al-Ustadz adalah peringatan akan  marak dan perkembangan Syiah dewasa ini di negara kita. Kata beliau "Syiah (baca:Rafidah) telah memiliki sejarah yang hitam dalam perjalanan Islam ini", bahkan lebih dari itu kata beliau, "sejarah perjalanan Syiah adalah penuh dengan tetesan –tetesan darah kaum muslimin Sunni".
  • Mengakhiri tabligh akbarnya, beliau tak lupa untuk memberikan support dalam rangka dakwah dan melakukan perbaikan di tengah-tengah ummat ini.

1 komentar:

  1. mantab duka to acarana, na mela' gajai acarana polemiriki na di adakan , tdk bisamiki bergabung.بارك الله فيكم

    BalasHapus